Minggu, Agustus 22, 2010

gerimis

gerimis sore tadi membawaku pada sebuah keinginan
untuk membawamu hadir dalam kemustahilan
bisa duduk bersanding berdua bercerita
penuh dengan tawa canda kata
membuat hati tertawa
atau mungkin bahkan tak ada kata
membiarkan hening yang akan menyapa
hanya lewat sentuhan dan bola mata
kataku padamu tadi, datanglah malam ini...
agar penuhlah sebuah malam panjangku
maka kau akan tau,
cintaku bagai gerimis yang semakin deras

penuh dengan bayangmu

masih saja benakku penuh dengan bayangmu
gambaran dirimu muncul tiap kukedip mataku
tampak jelas senyummu menyapaku
dan senyum itu akan kuingat selalu
dengan rona kemerahan pada pipimu
sumuk, katamu bila kutanya mengapa pipimu merona...

kenangan ini hadir dalam pagi yang merindu

Rabu, Agustus 18, 2010

cinta

cinta,
sore ini kautinggalkan tanya
untuk sebuah tatap mata
dibungkus dalam lampin rencana
yang tergali dalam kata "usaha"

cinta,
jika boleh aku memilih
aku ingin waktu berpihak
namun ternyata tak ada silih
hingga mata nanar terisak

cinta,
mengapa kau diam?
jangan kau buat makin kusam
aku tak kuasa lagi memendam
akan kerinduan yang tak mau redam

cinta,
kau bilang kau sayang
sampai tak bisa digambarkan
tak perlulah kau bimbang
nanti pasti ada jalan

Jumat, Juli 09, 2010

SALAM PAGI

Selamat pagi, sayang...
biarkan pagi ini matahari turut suka
melihat senyummu

Kekasihku sayangku cintaku...
pagi ini jiwaku datang padamu
dan mendekapmu erat
seperti semalam ketika
kelam menghampirimu
aku pun turut bersamamu

karena kubawa dirimu dalam hatiku
kemanapun aku pergi

Selasa, Juni 01, 2010

MANTAN TERINDAH

ketika hari ini kautanyakan kepadaku
siapa mantan terindah

kujawab dengan sebenarnya
dan kautanya sekali lagi
lalu kujawab berkali-kali

tetap saja kau tak mengerti...
(kau tak pernah mencerna makna kata-kataku)

engkaulah mantan terindahku...
dahulu, kini dan selamanya...

CATATAN UNTUKMU

deretan gigi terlihat berjejer rapi
ketika bibirmu mengukir senyum
dengan bola mata yang mencari-cari
sebuah ruang untuk bersemayam

kala senja sudah tua merenta
di sebuah sudut tempat bertemu
ada dua pasang bola mata
dan sepasang hati yang terpaku

enggan, untuk beranjak menyudahi
meski kelam pongah memanggil
dengan mangkuk tak berisi lagi

ahh...kenangan itu adalah awal yang tentunya kau tahu
namun apakah kau ingat, bila esoknya kau rindukan aku
dan esok kemudian hanya ingin bersua, berjumpa dan bertemu
aku masuk dalam jerat cintamu

....
kurindukan engkau, perhatian dan tatapan yang dulu
kucari, kucari dan ingin kujebol dinding tebal itu
yang halangi pandanganku ke kedalaman matamu
kutanyakan padamu kemana perginya yang kucari
kau jawab ada tersimpan aman dalam hati
kuinginkan kau tunjukkan....
seperti waktu malam-malam itu...
di sebuah sudut kedai tak berarti...

Senin, Mei 17, 2010

MENCOBA TAK MENANGIS

kumencoba untuk tak menangis
aku bisa lakukan
namun tetap saja hatiku
teriris manis

aku rindu sorot matamu yang dulu
aku rindu sentuhanmu....
mengapa kau juga tak tau...
sudah hilangkah tertiup sang bayu?

mengapa tak kujumpai sapa sayangmu
mengapa tak kudapati lembutnya pelukmu
pula dengan hangatnya cintamu...
tak lagi datang menghampiriku

lupakah engkau
bagaimana memandangku saat itu?
lupakah engkau
akan sebuah perjalanan cinta yang lalu?

malam ini, untuk kesekian kali
aku menahan keinginan...