Tampilkan postingan dengan label My Day. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Day. Tampilkan semua postingan

Senin, September 13, 2010

menembus gemuruh


Menembus guyuran dari langit, sore itu tepat 17.15. Gemuruh langit sama derunya dengan gemuruh di dadaku sesore tadi. Hanya satu inginku sekarang, bertemu jagoan kecilku.

Berkejar-kejaran dengan hujan, aku memacu gas roda duaku sekencang yang bisa kulakukan. Tapi tetap saja tak bisa kencang-kencang amat. Aku hanya ingin segera sampai rumah dengan selamat dan bahagia.

Semakin deras ketika sampai di rumah. Kurebus air untuk bersihkan badan mengkilat campur air tawar. Sekali pandang, kulihat jagoan kecilku sedang tiduran. Ntah apa yang ada dalam benak pikirannya. Yang pasti hatinya masih galau, kutahu itu. tugasku sekarang adalah membuatnya tenang.

Selesai mandi, siap berbincang dari hati ke hati dengannya.. Ada trik khusus, aku tidak perlu harus to the point, kuajak tertawa dan bercanda.. Saling memeluk adalah obat mujarab untuk sebuah kerinduan dan kegalauan hati. Senang rasanya menciumi pipi tembemnya, tak bosan-bosannya kukecup berkali-kali.

Menjelang jam 20.00 waktunya ritual menutup hari. Gosok gigi, cuci muka tangan kaki, naik ke ranjang dan berdoa bersama. Tak selalu mulus karena ada saja acara tivi yang bisa mengalahkan ritual malam ini. Aku menanti...sabar sembari membaca novel yang tak selesai-selesai. Novel lawasnya Nora Roberts, Northern Lights (Cahaya Kutub). Akhirnya lelah dan ngantuk datang jua menjerat jagoan kecilku.

Setelah berdoa, mulailah curahan hatinya keluar meski agak irit. Namun kutahu hatinya sudah ringan, seringan kapas. Nak, jalan hidupmu masih panjang... masih banyak pengalaman yang akan kaulalui. Dan tentang masalah yang tadi sore, bukanlah masalahmu sayang... Cukuplah kau tau, ibu sayang kamu..amat sayang... Tak lama, tidurlah ia.

Kamis, September 02, 2010

sapamu

Cinta,
sapamu membangunkan lelapku. Sukacita menjemputku sepagi itu, asaku membumbung tinggi menggapai langit-langit kerinduan. "Hari ini, aku ingin bertemu denganmu," kataku dalam hati. Meski aku tau mustahil untuk bertemu denganmu namun dengan harap itulah aku manatap.

Kasih,
kesalahanku adalah meminta. Meminta yang tak pantas kupinta. Kau sudah berikan yang bisa kauberi. Sesaat aku terjaga mimpi penuh bunga ternyata tak semua fana punya bunga. Bagai padang gersang tanpa ilalang, dahagaku tak terobati. Entah jika esok atau lusa atau esoknya lagi...aku tak bisa memilih saat. Hanya Ia-lah Sang Waktu. Satu hal, "Kerinduanku adalah kerinduanku, sayang...", sebab saat ini sepertinya hanya aku saja yang rasakan.

Sayang,
denganmu aku ingin mengasah kesejatian dengan pisau kejujuran. Bila harus kulalui kerikil bahkan jalan berbatu, taukah engkau bahwa aku pernah lewatinya? Namun apakah engkau tau, kali ini aku membawa sejuta cinta...

Kamis, Maret 11, 2010

ANGGREK BERBISIK

Bisik hati Anggrek, "Apa kabarmu, kekasihku.. taukah engkau, aku di sini menantimu. Kegelisahan yang selalu merambah jiwaku hanya bisa terobati saat bertemu denganmu. Sukacita ada ketika mata bertatap mata. Tak kau lihatkah kini, cintaku tumbuh subur meski terhalang seribu palang, ia mencuat di sela-selanya dan menjalari dinding hingga menutupi palang itu sendiri. Aku hanya bisa merasakan bayangmu hadir, begitu kejamnya engkau bila menyiksaku seperti ini. Akankah aku bisa bersamamu hari ini... Ibarat matahari yang tiap pagi tak akan ingkar bersinar, keinginan ini juga tak kunjung pupus. Keinginan untuk bertemu, berkata lalu diam membisu dalam keheningan penuh hasrat. Penuhilah hatiku dengan cintamu dan isilah jiwaku dengan kasihmu, tak perlu kukatakan betapa aku sungguh-sungguh merindukanmu. Karena kata tak cukup untuk sebuah rindu untukmu, cukuplah kau dengar suaraku. Maka engkaupun akan tau tak hanya rindu yang ada..."

Selasa, Februari 02, 2010

HUJAN UCAPAN


Aku tidak menyangka, sebegitu perhatiannya temen-temen atas hari lahirku. Ucapan beruntun via facebook dimulai bahkan sebelum hari lahirku (katanya dp dulu...) Ada-ada saja. Ini bukti jejaring sosial di dunia maya ini sungguh menjadi alat komunikasi yang efektif. Terimakasih atas perhatian dan doa teman-teman semua... Ilove you all my friends.. GBU

Sabtu, Januari 30, 2010

Jahanam Itu Masih Berkeliaran...

Kutulis status di facebook beberapa waktu lalu, Jahanam itu masih berkeliaran mencari mangsa. Waktu itu memang aku sedang teringat Si Jahanam yang menyamar..:)) Komentar dari temen-temen banyak juga, cukup menghibur aku. Ada yang bertanya, "Weittt..makhluk apaan itu..??" Hihi...makhluk yang menyeramkan tentunya sampai aku bergidik. Ada juga menulis,"Emang belum ketembak?" ohhhhh...memangnya harus mati ya? Tapi ada yang bilang gini, "Jahanam kok dipikir", Yes. Kok dipikir? Kayaknya emang lebih baik ditembak aja ya daripada dipikir. Ada teman yang baik lho. Dia nulis,"Kok nesu ngono to...tak enteni nang ym yo..."

Ternyata masih ada orang baik ya. Aku pikir dunia kebaikan sudah runtuh dengan realita yang sudah aku terima. Ternyata masih ada yang perhatian. Aku pikir itu telah menjadi beku. Sesaat lalu dunia terasa gelap bagiku. Semua semu dan kebohongan mengitarinya. Namun saat kubuka mata, aku dikelilingi pancaran kasihNya.

Jumat, Oktober 30, 2009

LILIN KESEMBILAN

Ketika bunda tau engkau semakin tumbuh
melihatmu tertawa dan menangis
engkau sedang berjuang
untuk semakin dewasa dan mengerti
apa itu kehidupan
menjadi bayi, bocah dan anak
tak banyak yang ibu berikan
hanya yang bisa kamu nikmati
dari kecil hingga tak terhingga
sepanjang hidupmu...
pagi itu lilin ke 9 kau tiup
masih dengan mata sisa tidur semalam tapi bunda tau
kau akan selalu bahagia
jalani hidupmu dengan kesabaran, Nak
jalanmu masih panjang membentang

Jumat, Januari 09, 2009

PRAMBANAN SAAT KINI

Jika Anda pergi ke Yogya, apakah yang terlintas dalam benak? Malioboro? Kraton? Lesehan? Ada satu tempat yang cukup indah. Dari Yogya menuju timur ke arah kota Klaten ada sebuah tempat wisata yang bisa dikunjungi. Meski sekarang dalam renovasi karena gempa dahsyat melanda Yogya dan sekitarnya beberapa waktu lalu, sekarang sudah dibuka untuk wisatawan.

Berkunjunglah sejenak di taman wisata Candi Prambanan. Di sini banyak acara dan area untuk bersantai dan menikmati keteduhan sang bayu. Candi yang masih dalam tahap renovasi masih tidak diperkenankan untuk dikunjungi apalagi masuk dalam bangunannya. Namun jangan kawatir, ada beberapa candi yang dapat dilihat dari dekat dan para pengunjung boleh masuk ke dalam candi.

Selain candi Prambanan yang disebut juga candi Roro Jonggrang, ada Candi Sewu dan Candi Bubrah. Ada area untuk bermain anak. Ditawarkan di sana berbagai macam permainan dari bom-bom car, jungkat-jungkit, ayunan dan banyak yang lain. Juga ada kereta yang meluncur melwati area candi Sewu dan Candi Bubrah, hal ini ditujukan bagi pengunjung yang tidak ingin jalan kaki. Tentu juga karena tempatnya agak jauh dari Roro Jonggrang.

Ada museum juga. Di sana bisa dilihat awal pembuatan candi (meski mungkin bukan awal mula), pemugaran sebelum terkena gempa dans etelah terkena gempa. Juga arti tentang masing-masing candi yang melambang dewa-dewa Hindu. Sejarah yang tak ternilai, bisa kita ketahui dari sini. Tak jauh dari museum ada kuda yang dapat ditunggangi para pengunjung, saat itu untuk menunggang kuda harus bayar Rp. 20.000,-.. weleh..weleh...

Jika berkunjung kemari, akan disapa dengan alunan musik keroncong, campur sari dan tembang Jawa. Juga sapaan para penjual pecel di tiap sudut, di bawah pohon dan di taman yang asri nan luas. Silakan mampir di suaru pondok terbuka dan duduk lesehan sembari makan pecel bakmi goreng dengan bakwan. Bukan makanannya, karena makanan itu makanan sederhana, namun suasana yang terasa tentram...

KERIUHAN NATAL


Pagi hari, hari itu hari raya Natal. Natal pagi aku ajak anak-anak ke Gereja St Antonius Kotabaru, Yogyakarta. Misa Natal Anak. Begitu banyak anak-anak berada di dalam dan di luar gereja. ada tempat khusus anak-anak dengan gelaran tikar di depan altar. Riuh rendah tetap mewarnai misa kali itu. Ciri khas anak-anak bila bertemu dengan teman-teman sebaya. Tak dapat dipungkiri dari awal hingga akhir misa selalu saja ada keramaian.

Tak henti-hentinya pendamping Bina Iman Anak mengingatkan untuk hening, terutama saat konsekrasi. Saat dimana mengenang perjamuan terakhir yang dilakukan Yesus dengan keduabelas muridnya, sebelum wafat dan sengsara di kayu salib. Dan ajaib, saat sakral itu, anak-anak semua hening (suasana yang jauh lebih tenang), semua tertuju dan menyembah akan kehadiranNya.

Kegaduhan terjadi lebih parah saat lepas misa. Pembagian parcel untuk anak-anak tidak teratur, berdesakan dan badan orang tua yang melesak dalam kerumunan membuat gerah. Meski tidak ada yang terluka (duh... kaya pembagian sembako di daerah IDT aja...) semua anak mendapatkan parcel itu. Terlihat semua anak senang.

MALAM NATAL ITU...

Misa Malam Natal kali itu aku ikuti misa di Kapel St Maria Bener, Yogyakarta. Tak kurang dari 1.500 umat memadati kursi di dalam auditorium berkapasitas 1.000 orang. Belum tenda di luar auditorium yang penuh menandakan malam itu banyak umat mengikuti misa. Untung aku bisa duduk paling belakang di dalam ruang auditorium.
Diawali dengan maklumat kelahiran Yesus, saat itu divisualisasikan oleh mudika dan remaja menuju gua. Perarakan misdinar, prodiakon dan romo ke dalam ruang auditorium menuju panggung yang diubah menjadi altar menandakan peringatan kelahiran Anak Manusia akan dimulai. Diiringi lagu-lagu malam natal, membuat suasana syahdu dan hikmat. Tak lama saat Ritus Pembuka, denting kemegahan dalam kemuliaan bertalu-talu.

Meski tak sesuai dengan yang kurencanakan (aku pernah berencana ikuti misa di daerah pedesaan), tetap saja malam ini terasa istimewa. Hampir sesuai dengan yang kuinginkan, tanpa kemewahan yang berlebihan. Misa yang menyentuh, prosesi yang mengena, meski Paduan suara belum bisa dikatakan setara dengan Paduan Suara Servi Domini, toh aku bisa mengikuti dengan khusuk. Selamat Ulang Tahun, Yesus...

....kami memuji meluhurkan Dikau...
kami menyembah Dikau..
kami memuliakan Dikau..
kami bersyukur kepadaMu...
karna kemuliaanMu yang Maha Besar....

AWAL LIBURAN


Sumber foto :http://www.pitpass.com/images/headlines/races/singaporeimpression1400.jpg
Liburan Natal kemarin ada kejadian yang cukup membuat kami semua was-was. Perjalanan menuju Cilacap kami tempuh dengan travel yang aku pernah naiki dulu, selagi orang tua berada di Cilacap. Liburan diawali dengan tujuan kota buntu. Ada teman dekat yang pada tanggal 21 Desember 2008 melangsungkan pernikahan.
Oiya... mengapa perjalanan itu membuat was-was. Saat mobil melaju kencang mengarah kota Subang saat itu menjelang tengah malam. Penumpang hanya 5 orang termasuk anak-anakku. Tidak penuh dan lega. Terlelap dalam buaian malam yang menyayat. Masuk dalam tikungan tajam, kantuk terbangun oleh bunyi dentuman. Kemudian mobil berhenti. Sunyi sejenak. Mobil menyerempet, menyenggol dan menabrak mobil yang parkir di pinggir jalan raya. Tak lama seseorang berlari menyusul mobil. Sang sopir turun melihat kaca pintu depan hancur, pintu mobil rusak, penyok dan bodi belakang sebelah kiri mobil mbaret akibat gesekan dengan mobil lawan. Baru setelah kemudian kami tahu, mobil yang ditabrak adalah mobil pengangkut buah rambutan untuk warga sekitar daerah itu.

Belum banyak yang bisa kami lihat dengan keremangan cahaya jalan. Kami tetap di dalam mobil menunggu sang sopir yang kemudian datang dengan orang tersebut -entah siapa-. Mobil berjalan menuju ke sebuah restoran atau semacam itu. Tempat istirahat sejenak para sopir travel dari Jakarta. Kami turun dan melihat kerusakan mobil. Entah apa yang dibicarakan di dalam ruangan resto sederhana itu.

Kami, para penumpang dipindahkan ke mobil lain dengan tujuan sama. Dan yang kami tahu, sopir dengan orang daerah itu membicarakan hal yang serius. Kami meneruskan perjalanan dengan berdoa agar kami semua selamat sampai tujuan

Minggu, Januari 04, 2009

NATALIE, MALAIKAT KECILKU

Ternyata 2008 lewat dengan selamat. Banyak hal yang tak bisa lewat begitu saja. Tanggal 27 Desember kemarin, dua hari setelah hari Natal, kubuat sesuatu agar sedikit istimewa. Mengenang 6 tahun yang lalu... Maria Gratia Lintang Natalie. Dengan penuh kekuatan dengan sekali mengejan... diiringi deru peluh dan jerit. Natalie kini usiamu tambah satu Nak.

Hari itu, Nat sangat gembira -amat sangat- bahkan, dia sudah tidak sabar ingin meniup lilin dan segera memotong kue tartnya. Bukan pesta, saat itu malah aku sempat lupa untuk menjepret malaikat kecilku. Hanya doa bersama di ruang keluarga. Aku hanya ingin memaknai hari istimewanya bukan dengan kemewahan. Dari sini kukatakan bahwa pesta bukanlah segalanya. Wujudnya adalah rasa syukur.

Natalieku, Ibu doakan untuk seluruh hidupmu agar selalu bahagialah adanya. Cinta Ibu sepanjang hidupmu, Sayang...

Kamis, Desember 11, 2008

KELAPA MUDA

Di akhir bulan Nopember yang lalu, aku ke Bogor (lagi). Selesai urusan di Bogor, sore itu aku kembali ke Jakarta menyusuri Jalan Raya Parung. Di sepanjang jalan itu banyak sekali dijual talas, bangkoang dan durian. Kunikmati perjalanan tanpa tergesa.

Aku memang rencana ingin membeli oleh-oleh. Tak lama, talas, nanas dan alpokat sudah nangkring di motorku. Cantolan penuh dengan tas berisi buah-buahan.. Rencanaku ingin membeli talas kesampaian juga. Belum puas dengan cantolan, mataku melirik durian. Kuurungkan niatku membeli durian karena di rumah hanya aku saja yang suka buah berduri ini.

Kantuk mulai menyerang. Aku tidak mau ambil resiko mengantuk dengan berkendara. Sudah trauma. Sejenak aku pun memarkir motorku untuk singgah di sebuah kedai di pinggir jalan. Aku ingin menyeruput kelapa muda. Kuperhatikan ayah anak yang menjaga warung itu. Si anak memilih kelapa muda dan menghidangkan di mejaku.

Perjalananku tinggal sepelemparan batu... Kukayuh motorku dengan harapan bertemu buah hati yang telah menanti.

Jumat, November 28, 2008

TIDAK NYAMAN

Ada yang mengganjal sedikit pada kejadian sore tadi. Di tempat aku nyangkul sawah, akan diadakan bazar. Hasilnya akan diserahkan untuk amal. Bagus dong. Karena acaranya baru hari Minggu besok, hari ini -Jumat- ada beberapa teman (yang aku juga nggak begitu kenal -hanya sering ngliat muka saja-) sibuk mempersiapkan barang-barang.

Dari teman yang lain aku diajak untuk melihat barang tersebut, katanya kita boleh melihat dan membeli. Wah, bisa milih barang yang bagus ni... Tanpa banyak ba bi bu, kami bertiga menuju ke salah satu ruang yang berdekatan dengan ruangku. Masuk dalam ruang itu, suasana tidak seperti bayanganku. Ada tiga orang yang berkerumun sibuk menentukan harga. Barangnya murah. Maklum, kan barang bekas. Ada beberapa barang yang menarik sih, tapi banyak juga yang tidak menarik. Orang-orang di situ. Entah apa yang kurasakan, tidak nyaman saja.

Tidak wellcome. Begitu komentar temanku.. ah... yap. Tul. Ternyata temanku merasakan juga apa yang kurasakan. Kami di sana hanya celingukan dan bingung... Bukan bingung harganya, melainkan ketika temanku bertanya tentang barang yang diinginkannya, temanku mendapatkan respon yang wah.... jauh dari bersahabat.

Rabu, November 26, 2008

SORE ITU

Sore kemarin aku langkahkan kaki menapaki anak tangga di stasiun. Setelah membeli tiket seharga sebelas ribu rupiah, tak lama kereta datang. Cukup banyak yang menumpang sore itu. Kebanyakan orang pulang kantor. Memoriku mencuat satu persatu. Tentang kebiasaanku naik kereta, dulu.

Masuk kota Bogor, aku keluar dari stasiun lewat jalan yang dulu sering aku lewati. Sudah banyak berubah. Tempat parkir yang dulu masih tanah kini sudah di conblock. Tempat mengantri membeli tiket juga sudah tidak kehujanan atau kepanasan lagi, karena sudah diberi atap. Tampak rapi namun tetap saja diikuti gerakan ekonomi kelas bawah. Kaki lima merajalela. Kios parkir kian marak. Angkotpun ikut ambil bagian malang melintang di pinggir jalan.

Melewati tikungan di belakang toko, di depan sebuah tempat pangkas rambut. Disitu masih duduk seorang pak tua dengan dagangannya. Disitulah aku sering membeli buah yang dia jajakan. Pak tua menjual pisang dan pepaya. Dan malam itu, dia dengan buah pisang di nampannya. Masih seperti dulu, empat tahun yang lalu.

Malam makin renta. Aku harus selesaikan urusan segera. Jam menunjukkan 21.00 ketika aku akan kembalu ke Jakarta. "Sudah tidak ada kereta yang jalan", batinku. Maka aku menuju ke terminal. Semua masih melekat di ingatan, hiruk pikuk terminal. Aroma khas orang lalu lalang dan pedagang. Malam itu sepi. Bibirku terucap, "Terima kasih", tulusku atas berkat malam itu. Aku hanya inginkan satu, sampai di rumah dengan selamat.

Senin, November 03, 2008

CINTAKAH ITU NAMANYA?

Di dalam angkot menuju Ciomas Bogor, dalam cuaca hujan deras tak terkira, tak ayal tempat duduk di dalam angkot pun ikut basah. Kulesakkan pantatku dengan posisi wuenak.. sembari menunggu penumpang lain aku mengamati sepasang remaja yang duduk di depanku, mereka naik belum lama dan mereka terlibat pembicaraan serius. Mereka berkata perlahan, namun tetap terdengar di telingaku, mereka silang selisih. Yang cowok marah kepada pacarnya, entah karena apa.

Disela-sela pembicaraan mereka, cowok yang duduk pojok menanyakan apakah tangan si cewek menyenggol penumpang sebelah, kebetulan penumpang sebelah ceweknya adalah seorang pria dengan tas besar di pangkuannya. Si cewek tidak mau membuat cowoknya cemburu maka diapun makin nempel dengan cowoknya hingga cowok itu semakin terhimpit. Aku tersenyum dalam hati, melihat tingkah mereka.

Sementara angkot berjalan dengan isi penumpang penuh diiringi derai hujan, aku benar-benar tidak bisa mengalihkan peristiwa di depanku. Kali ini si cowok membuka ponsel cewek dan menghapus beberapa pesan -aku tidak tahu apa isi pesan ini- yang jelas ketika giliran si cowok membuka ponsel miliknya, dia tidak mau memperlihatkannya kepada sang cewek. Yang ada si cewek dongkol setengah mati.

Kamis, Oktober 30, 2008

TELUK PENYU, AKU RINDU

Sebuah pantai di pagi hari, di sebuah teluk di pulau Jawa. Ketika ku kecil, di hari Minggu maupun hari libur aku sempatkan bangun pagi dan pergi berjalan kaki menuju pantai. Tak jarang aku beramai-ramai bersama teman-teman sepermainanku. Gembira. Yah..bermain air laut dan pasir, kami berkejar-kejaran dengan ombak, tertawa lepas selepas gemuruh suara ombak.

Masih ingat di kenangan, perahu nelayan yang berjejer setelah berlayar mengarungi lautan. Aku sering mencoba naik dan duduk di pinggir perahu, begitu saja - hatiku rasanya senang, seolah seperti nelayan yang berani bertaruh nyawa di tengah lautan. Aroma asin rasa air laut, terasa biasa tercecap di lidah saat badan dan rambutku basah terkena cipratan air. Ah.. manisnya masa itu. Pun ketika melihat sang surya mulai menggeliat, keindahan yang biasa saat itu menjadi luar biasa kini karena aku jarang melihat rekahnya sang surya seperti saat dulu.

Surya mulai membelalak matanya pelan-pelan, aku mulai beranjak pulang. Dengan kaki penuh pasir dan basah, aku berjalan pulang menyusuri tepi jalan raya yang mulai ramai lalu lalang kendaraan. Tak ada lelah terpancar, suka cita adanya...

Rabu, Oktober 29, 2008

TAMBAH SATU USIAMU, SAYANG

Telah tanggal sebutir hariku
ditelah kebisuan waktu
tanpa ragu dan malu-malu
lilin-lilinpun meniupkan
sisa usiamu..

Tiada kata yang banyak kuucap hanya sederet kata menjadi sebuah kalimat. Terucap saat surya merekah. 8 tahun sudah Immanuel Christyas Julius Wicaksono hadir menjadi anggota bumi ini, dengan perjuangan di kamar persalinan yang cukup alot waktu itu... Engkaulah hadiah terindah, Nak.

Selamat Ulang Tahun, Christyas sayang.. jadilah anak yang baik, dan berpegang teguh pada iman Yesus Kristus. Ibu doakan untuk kebahagiaanmu selalu sepanjang perjalanan hidupmu sepanjang masa. Amin

YANG TERPILIH


Tak kusangka aku bisa kontak dengan kawan lama. Benar-benar kawan lama, dia teman SD. Kami satu sekolah di sebuah kota kecil kabupaten dekat pesisir laut selatan. Kota dimana aku lahir dan menikmati udara pesisir dari masa kanak-kanak hingga remaja SMP. Kota buntu, itulah sebutannya karena memang kota kecil ini ada di pojok, dikelilingi air dan lautan hanya ada satu jalan darat menuju ke luar kota. Cilacap, sebuah kota seribu makna hingga kini tak kan kulupa.

Yoyon, dialah kawan lamaku.. Hanya sedikit yang kuingat tentang dia saat masih SD, kurus, kecil, kulit agak hitam, culun banget. Kabarnya sekarang, dia sudah berbeda, ada seorang teman lain yang bertemu dengannya dan pangling. Padahal mereka satu SMA, bagaimana dengan aku, yang jauh lebih lama tidak bertemu dengannya? Bisa bingung kali.. Satu hal yang kutahu pasti, dia sudah "berbeda" namun tetap sama.

Dialah yang terpilih.. Proficiat untukmu, Rm Yoyon OMI

Rabu, Oktober 22, 2008

760 ANAK

Hari Minggu 12 Oktober 2008 yang lalu aku dan beberapa teman mengiringi anak-anak Bina Iman paroki St Nikodemus menuju ke sekolah St Maria Juanda. Kami akan mengikuti misa minggu misi dimana yang menyelenggarakan adalah Komisi Kateketik divisi Bina Iman Anak, so misanya adalah misa untuk anak-anak Bina Iman.

Dimulai jam 9 pagi, kami datang tepat waktu dan mendapat tempat di dekat jendela agak jauh dari meja altar memang, namun tempatnya lebih lega. Anak-anak yang berjumlah 8 anak dengan antusias dan gembira mengikuti misa dan acara hingga selesai berkumpul menjadi satu dengan anak-anak yang lain. Misa diadakan di aula dengan dihadiri sekitar 760 anak dari berbagai paroki berikut pendampingnya ada juga beserta orang tuanya, sangat meriah.

Saat homili, diisi dengan drama singkat tentang perjalanan iman seorang rasul Paulus yang diambil dari Kisah Para Rasul. Semua pemainnya anak-anak dari paroki Bojong. Tak pelak, drama ini mampu membuat umat terpaku tertuju ke atas panggung. Proficiat untuk anak-anak yang dengan sukacita menunjukkan aktingnya.

Selesai misa masih ada beberapa acara seperti pembagian hadiah untuk pemenang lomba cipta lagu rohani, pidato ketua panitia dan pembagian snack dan makan siang. Anak-anak mendapatkan santapan rohani dan jasmani. Acara yang baru pertama diadakan di KAJ ini tentu patut kita acungi jempol, mudah-mudahan tahun depan akan lebih meriah lagi. Salam!

Sabtu, Oktober 18, 2008

BAGAI PETANI

Seminggu lebih aku nggak ngupdate blog, padahal ide sudah bermunculan keluar masuk tak tertuang sama sekali. Kesibukan.. yahhh, kesibukan mendera membuat aku tak mengintip my blog. Bagaimana tidak sibuk, teman sekerja mencangkul sawah masih menikmati liburan yang panjang jadi bisa dibayangkan aku bak seorang petani mencangkul 3 petak sawah nan luas. Keringat bercucuran di bawah terik sang surya... yang jelas tak sempat mengerjakan hal lain di luar sawah itu. Jika petani sore hari sudah pulang ke rumahnya, menjelang larut aku baru pulang kandang. Yang terbayang hanyalah sebuah kasur dan selimut yang hangat sebagai pelipur letihku.

Semua itu sebagai pengalaman hidup yang berharga bagiku, bahwa semua yang kulakukan dan kuterima adalah anugerah dan berkat dariNya. Lepas minggu ini aku akan sisipkan waktu untuk share cerita, ide, opini dan galeri, tentu saja. Tunggu saja....