Sabtu, November 01, 2008

RAHASIA KITA

tak kuasa, Sophia...
engkau mempunyai magnet
menarik-narikku dalam pusaran
hingga aku mabuk setiap saat

kukatakan padamu dengan kesungguhan hati
"Engkaulah putri ayu yang tercipta untukku
engkaulah blue print anganku
kini nyata setelah anganku berlalu menahun..."
dan kemudian kutermangu dalam ketakberdayaan
akan kenyataan yang tak dapat kusesali
mari, Sophia.. inilah berkat terindah
karena engkau indah adanya
tidak, Cantik, tidak perlu kau berucap
matamu sudah banyak kata
senyummu bukan rahasia
yang hanya kita -aku dan kamu- yang tahu

Kamis, Oktober 30, 2008

TELUK PENYU, AKU RINDU

Sebuah pantai di pagi hari, di sebuah teluk di pulau Jawa. Ketika ku kecil, di hari Minggu maupun hari libur aku sempatkan bangun pagi dan pergi berjalan kaki menuju pantai. Tak jarang aku beramai-ramai bersama teman-teman sepermainanku. Gembira. Yah..bermain air laut dan pasir, kami berkejar-kejaran dengan ombak, tertawa lepas selepas gemuruh suara ombak.

Masih ingat di kenangan, perahu nelayan yang berjejer setelah berlayar mengarungi lautan. Aku sering mencoba naik dan duduk di pinggir perahu, begitu saja - hatiku rasanya senang, seolah seperti nelayan yang berani bertaruh nyawa di tengah lautan. Aroma asin rasa air laut, terasa biasa tercecap di lidah saat badan dan rambutku basah terkena cipratan air. Ah.. manisnya masa itu. Pun ketika melihat sang surya mulai menggeliat, keindahan yang biasa saat itu menjadi luar biasa kini karena aku jarang melihat rekahnya sang surya seperti saat dulu.

Surya mulai membelalak matanya pelan-pelan, aku mulai beranjak pulang. Dengan kaki penuh pasir dan basah, aku berjalan pulang menyusuri tepi jalan raya yang mulai ramai lalu lalang kendaraan. Tak ada lelah terpancar, suka cita adanya...

Rabu, Oktober 29, 2008

TAMBAH SATU USIAMU, SAYANG

Telah tanggal sebutir hariku
ditelah kebisuan waktu
tanpa ragu dan malu-malu
lilin-lilinpun meniupkan
sisa usiamu..

Tiada kata yang banyak kuucap hanya sederet kata menjadi sebuah kalimat. Terucap saat surya merekah. 8 tahun sudah Immanuel Christyas Julius Wicaksono hadir menjadi anggota bumi ini, dengan perjuangan di kamar persalinan yang cukup alot waktu itu... Engkaulah hadiah terindah, Nak.

Selamat Ulang Tahun, Christyas sayang.. jadilah anak yang baik, dan berpegang teguh pada iman Yesus Kristus. Ibu doakan untuk kebahagiaanmu selalu sepanjang perjalanan hidupmu sepanjang masa. Amin

YANG TERPILIH


Tak kusangka aku bisa kontak dengan kawan lama. Benar-benar kawan lama, dia teman SD. Kami satu sekolah di sebuah kota kecil kabupaten dekat pesisir laut selatan. Kota dimana aku lahir dan menikmati udara pesisir dari masa kanak-kanak hingga remaja SMP. Kota buntu, itulah sebutannya karena memang kota kecil ini ada di pojok, dikelilingi air dan lautan hanya ada satu jalan darat menuju ke luar kota. Cilacap, sebuah kota seribu makna hingga kini tak kan kulupa.

Yoyon, dialah kawan lamaku.. Hanya sedikit yang kuingat tentang dia saat masih SD, kurus, kecil, kulit agak hitam, culun banget. Kabarnya sekarang, dia sudah berbeda, ada seorang teman lain yang bertemu dengannya dan pangling. Padahal mereka satu SMA, bagaimana dengan aku, yang jauh lebih lama tidak bertemu dengannya? Bisa bingung kali.. Satu hal yang kutahu pasti, dia sudah "berbeda" namun tetap sama.

Dialah yang terpilih.. Proficiat untukmu, Rm Yoyon OMI

Kamis, Oktober 23, 2008

TAK KENAL MAKA TETAP SAYANG


Sore hari itu kami, aku, Christ, Nat dan May menyusuri Jl Riau Bandung. Kami tiba di salah satu outlet baju. Setelah mencari sweater untuk Christ, kami akan meninggalkan FO, saat di teras FO May berhenti dan membeli dua minuman kotak sambil bertanya,"Mbak, Christ dan Nat mau nggak?" Harganya lebih mahal jika dibanding dengan harga supermarket, biasa lah.. karena di daerah FO harga dinaikkan dari harga pasaran. Aku menjawab,"Nggak usah, May, sebentar lagi toh juga kita cari makan", aku sambil berpikir untuk apa May membeli dua buah minuman kotak dan untuk siapa minuman itu, karena kalau minuman tersebut akan diberikan untuk Christ dan Nat sudah cukup dan tidak perlu bertanya lagi. Sedetik kemudian, belum sempat aku bertanya atas apa yang sempat terlintas di benak, May sudah memberikan minuman itu kepada dua orang pemulung anak jalanan yang tak jauh berada di depan kami. Mereka duduk di lantai teras depan FO.

Ah...tercengang aku akan tindakan May, lebih karena kedua anak itu sangat gembira menerima pemberian dari May. tanpa bicara tentang hal yang telah dilakukannya, May mengajak kami meninggalkan FO.

Rabu, Oktober 22, 2008

SIMBAH WONGSOSUKARTO

Punika dalemipun simbah kula, wonten dusun Ngagul-agulan Sendangrejo Minggir Sleman Ngayogyakarta. Asmanipun simbah Wongsosukarto, simbah kakung lan putri sampun sekeca wonten ing suwargi. Simbah Putri dipun pundhut Pangeran Dalem Gusti Yesus kala kula taksih alit, mbokmenawi kula SD, kinten-kinten taun 1983an. Simbah kakung pun pundhut Kanjeng Pangeran langkung dangu saking sedanipun simbah putri.

Kala kula taksih sekolah SMA Stella Duce I, dinten Setu bubar sekolah kula nglaju wangsul ndesa. Pinanggih kaliyan Simbah Putri, ingkang sampun ngenteni wayah kesayangan... lha.. nggih pancen kula punika wayah kesayanganipun Simbah Putri. Kala semanten, kula dipun paringi beras sakarung goni, gori mateng ingkang sampun dados nangka-eca sanget lan manis- ugi tempe bacem utawi tahu, sedaya kedah kula beta wonten ing griya kutha.

CATHETAN

Aku nyoba nulis nganggo basa jawa, dudu basa krama inggil, nanging campur ngoko lan basa 'gaul' cah Jogja. Gara-garane sedulurku-aku yen ngundang Gendut-amarga pas cilik gendut banget... jarene lho, wong aku yo durung lair pas cilike- maca blogku njur usul kenapa ora nganggo basa jawa wae.. Walah... nanging aku yo mikir, why not?

Aku arep nyoba nulis cathetan harian (taela... lah.. nek iki basa jawane apa ya) Yen 'My Day' basa jawane kira-kira 'Dinaku' (le maca: dinoku) utawa mengko tak wenehi judul 'Sambat', maksude mengeluh nek basa Indonesiane tapi kok wong urip sambat terus ya...utawa 'Uneg-uneg'.. mungkin iki sing rada pas...Tetembungan...marga isine warna-warna.

Nggih, dipun waos kemawon mbok menawi wonten kalepatan anggenipun kawula nulis, kawula nyuwun gunging pangaksama. Nuwun